Kendari, Tajukinfo.com – Ribuan warga memadati pelataran Balai Kota Kendari, mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kendari bersama Bulog dan sejumlah distributor pangan, Jumat 29 Mei 2026.
Tingginya antusiasme warga terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas diserbu pembeli. Puluhan warga bahkan rela mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan minyak goreng murah yang dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami kelangkaan di pasaran.
Terlihat juga Wali Kota Kendari Siska Karina Imra membagikan voucher atau kupon gratis kepada warga. Sehingga antusias warga untuk berebut kupon tersebut tak terhindarkan menimbulkan desak-desakan.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, pelaksanaan GPM menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang terus dilakukan Pemkot Kendari secara rutin. Ia menyebut, sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, pemerintah kota telah melaksanakan hampir 190 kali kegiatan pasar murah dan gerakan pangan murah di berbagai wilayah Kota Kendari
“Hari ini masyarakat sangat antusias. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi. Beberapa hari terakhir memang sempat terjadi kelangkaan minyak goreng, tetapi alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan stok sudah tersedia,” katanya.
Menurut Siska, kendala distribusi menjadi salah satu penyebab keterlambatan pasokan minyak goreng ke sejumlah titik di Kota Kendari. Namun pemerintah kota memastikan persoalan tersebut segera ditangani dengan menyiapkan dukungan mobilisasi distribusi agar kelangkaan tidak kembali terjadi.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam apabila menemukan adanya penimbunan bahan pokok atau permainan harga oleh distributor maupun agen tertentu.
“Kalau ada yang bermain harga atau melakukan penimbunan, termasuk LPG, pemerintah kota tidak segan mencabut izin usaha mereka,” tegasnya.
Meski sempat terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, Pemkot Kendari memastikan kondisi inflasi daerah masih berada dalam kategori stabil. Berdasarkan data terbaru, angka inflasi Kota Kendari saat ini tercatat berada di kisaran 2,83 persen.
Siska menilai kestabilan inflasi harus dijaga secara seimbang agar masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok, sementara para produsen dan pelaku usaha lokal juga tetap mendapatkan keuntungan yang wajar.
“Kami ingin harga tetap terjangkau untuk masyarakat, tapi di sisi lain produsen dan UMKM juga tetap tumbuh. Karena itu pemerintah terus melakukan pemantauan harga di pasar,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah kali ini juga melibatkan berbagai distributor dan pelaku usaha pangan yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Pemerintah Kota Kendari berharap program tersebut dapat terus membantu masyarakat sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi nasional.
















