Kendari, Tajukinfo.com – Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan silaturahmi akbar di Kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu 19 Juli 2026.
Hajatan besar yang direncanakan jauh jauh hari ini sukses menjadi magnet yang menyatukan masyarakat Muna dari berbagai penjuru bumi anoa bahkan dari luar daerah Sultra. Kendati cuaca di sekitar Tugu Eks MTQ Sultra menyengat begitu terik, antusiasme warga sama sekali tidak surut.
Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin ini mengusung visi besar melalui tema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat KAWUNAHA yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045”.
Menariknya, La Ode Darwin selaku ketua panitia juga tidak segan untuk turun langsung ke lapangan. Ia sibuk berbaur dan ikut mengatur barisan warga demi memastikan kenyamanan puluhan ribu massa yang rindu akan kampung halaman.
Kemeriahan semakin memuncak saat Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menginjakkan kaki di lokasi acara. Kehadiran sang jenderal disambut histeria dan jabat tangan hangat dari warga yang bahkan dilaporkan sudah menyemut di area lokasi sejak malam hari sebelumnya.
Tak hanya Gubernur, hadir juga anggota DPR RI Ridwan Bae, anggota DPD RI Wa Ode Rabia Aldawiah dan La Ode Umar Bonte. Selain itu panggung kehormatan juga dipadati oleh deretan elite dan kepala daerah di Sultra. Tampak hadir di antaranya Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, hingga Bupati Muna Bachrun Labuta.
Sederet tokoh penting Muna seperti mantan Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Mahmud Hamundu dan La Ode Ahmad Pidana Bolombo juga tampak duduk bersanding bersama para akademisi, legislator, serta tokoh adat setempat.
Atmosfer budaya terasa begitu kental sepanjang acara. Ribuan warga yang membawa serta sanak famili kompak mengenakan pakaian adat dan busana bernuansa etnik khas Muna.
Selain parade busana, magnet utama yang paling menyita perhatian adalah tradisi kuliner lokal. Ribuan dulang berisi aneka menu tradisional khas Muna tersusun rapi dan megah memenuhi area jamuan. Prosesi makan bersama lewat sajian dulang ini menjadi simbol penghormatan tertinggi kepada para tamu, sekaligus wujud nyata dari indahnya berbagi.
Dalam orasinya, Ketua KKMM Sultra La Ode Darwin menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Tema yang diangkat merupakan refleksi dari komitmen masyarakat Muna untuk menjaga benteng budaya dan memperkokoh persaudaraan, demi berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Ledakan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu ini menjadi bukti sahih bahwa solidaritas masyarakat Muna tetap kokoh tak tergoyahkan. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antargenerasi di tengah laju modernisasi dan dinamika pembangunan Sulawesi Tenggara
















