Kendari, Tajukinfo.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), resmi menerima gelar kehormatan adat Muna “Sangia Mondono Wite Bhalano” dari Lembaga Adat Wuna.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara di Lapangan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu 19 Juli 2026.
Prosesi adat yang berlangsung khidmat itu disaksikan ribuan masyarakat Muna dari berbagai daerah. Penyematan gelar menjadi simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat Muna kepada seorang pemimpin yang dinilai memiliki dedikasi dalam mengayomi masyarakat, menjaga persatuan, serta melestarikan nilai-nilai budaya di Sultra.
Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bersama Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, Dewan Sara Wuna, Lembaga Adat Wuna, dan Dewan Adat dan Budaya Muna tentang Penganugerahan Gelar Adat Muna sebagai Tanda Kehormatan kepada Gubernur Sultra.
Keputusan itu didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya hubungan historis yang erat antara Kerajaan Muna dengan Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, serta dua kerajaan besar di Sultra, yakni Kesultanan Buton dan Kerajaan Konawe.
Selain itu, Andi Sumangerukka dinilai memiliki komitmen dalam melestarikan budaya lokal, memimpin dengan amanah, serta memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan lembaga adat.
Pemberian gelar juga merupakan tindak lanjut dari usulan Lembaga Adat Wuna dan Dewan Sara Wuna yang dibahas bersama tokoh masyarakat Muna dan Muna Barat pada 30 Mei 2026, kemudian dimantapkan melalui rapat Dewan Adat dan Budaya Muna bersama para tokoh masyarakat pada 8 Juni 2026 di Kendari.
Dengan penyematan gelar Sangia Mondono Wite Bhalano, Andi Sumangerukka secara adat dan budaya resmi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Muna.
Gelar tersebut juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Sangia Mondono Wite Bhalano dimaknai sebagai pemimpin agung di negeri yang besar dan luas, yang mampu memimpin masyarakat dengan latar belakang suku, budaya dan agama yang beragam.
Kata Sangia melambangkan sosok yang dihormati dan dimuliakan. Gelar itu menggambarkan pemimpin yang mengabdi kepada masyarakat dengan sepenuh hati, menjunjung tinggi kebijaksanaan, serta menjaga nilai-nilai moral, adat dan budaya.
Sementara Mondono Wite Bhalano bermakna pemimpin yang mampu menakhodai wilayah yang luas dan heterogen. Filosofi tersebut menjadi simbol pengakuan atas kapasitas kepemimpinan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis, budaya, suku bangsa dan agama yang hidup berdampingan di Sultra.
Usai menerima gelar kehormatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan rasa bahagia, bangga dan terima kasih atas penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Muna Sangia Mondono Wite Bhalano.
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat besar, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi dan sebagai Gubernur Sultra, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan nilai-nilai budaya masyarakat Muna.
“Gelar kehormatan tersebut bukan sekedar simbol penghargaan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah budaya serta mendukung pelestarian adat dan budaya daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Sultra,” ungkapnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Lembaga Adat Muna yang telah memberikan kepercayaan melalui penganugerahan gelar tersebut.
















