Kendari, Tajukinfo.com – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan sampah di Kota Kendari yang digelar di Aula Samaturu, Kantor Balai Kota Kendari, Senin 29 Desember 2025.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Perumda, Perumda Pasar, serta para camat se-Kota Kendari.
Rakor ini menjadi langkah serius Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah demi mewujudkan wajah kota yang bersih dan tertata. Dalam arahannya, Wali Kota Kendari menekankan perlunya peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, khususnya di 11 kecamatan.
Siska Karina Imran menyampaikan bahwa pengangkutan sampah di wilayah tersebut akan ditingkatkan menjadi lima kali per hari, sementara kecamatan lainnya tetap berjalan seperti biasa karena volume sampah yang relatif lebih sedikit.
Selain soal teknis pengangkutan, Wali Kota juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan para petugas kebersihan. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para petugas yang bekerja siang dan malam, namun masih menerima gaji yang dinilai sangat rendah dan tidak mengalami peningkatan selama bertahun-tahun.
“Kasihan mereka, siang malam bekerja, sementara gajinya hanya sekitar Rp1,3 juta. Kita yang tinggal nyaman, ber-AC, buang sampah sembarangan, tapi mereka yang harus membersihkan,” ungkapnya.
Menurutnya, sudah saatnya beban kerja petugas kebersihan diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan. Ia meminta seluruh jajaran terkait mulai menghitung skema penyesuaian anggaran untuk tahun 2026, namun dengan penerapan kerja tambahan yang dimulai sejak sekarang, khususnya di tujuh kecamatan prioritas.
“Kalau bebannya kita tambah, maka kesejahteraan mereka juga harus kita tingkatkan. Kerja dulu baru dibayarkan, dan itu dimulai hari ini,” tegasnya.
Siska optimistis, jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten, kebersihan Kota Kendari akan semakin terjaga. Ia bahkan meminta agar pengangkutan sampah dilakukan hingga larut malam bila diperlukan, demi memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan.
“Saya miris melihat sampah menumpuk di pinggir jalan. Mau dapat penghargaan apa pun, kalau sampah masih ada di depan mata, semua itu seakan hilang nilainya,” ujarnya
Lebih lanjut, Wali Kota mengakui bahwa secara umum kondisi kebersihan di wilayah pinggiran kota sudah relatif baik. Persoalan utama justru berada di titik-titik tertentu, terutama di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang sering mengalami penumpukan akibat keterbatasan sif pengangkutan.
Ia juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam mengelola sampah rumah tangga. Banyak warga yang sudah membungkus sampah dengan rapi menggunakan plastik atau karung, bahkan sebagian telah mulai memilah sampah sebelum dibuang.
“Artinya masyarakat sudah paham. Yang membunuh itu justru penumpukan sampah karena shif pengangkutan yang hanya satu atau dua kali sehari,” tutupnya.
















