Kendari, Tajukinfo.com – Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Inflasi Pangan Daerah (TIPD) menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti surat Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri terkait pengendalian harga dan distribusi pangan, khususnya beras, Rabu 20 Agustus 2025.
Rapat menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari Inspektorat Kota Kendari, Dinas Pertanian, Perdagangan, Ketahanan Pangan, Perikanan, Dinas Kominfo, hingga pihak Perum Bulog.
Rapat dipimpin oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Mantan Kadis Kominfo ini, meminta agar setiap instansi aktif melaporkan kondisi di lapangan serta segera mengambil langkah cepat jika ditemukan potensi kenaikan harga yang bisa berdampak pada inflasi.
Dalam rapat tersebut, Perum Bulog Kendari menyampaikan komitmennya untuk menambah volume penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tiga pasar utama, yakni Pasar Anduonohu, Pasar Mandonga, dan Pasar Sentral Kota Kendari.
Selain itu, penyaluran juga akan diperluas ke sejumlah kios pangan dan koperasi Merah Putih yang ada di wilayah Kendari. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan beras sekaligus menekan lonjakan harga di pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf dalam rapat tersebut juga menegaskan akan segera menyusun neraca pangan daerah. Dokumen ini nantinya akan memuat data ketersediaan, kebutuhan, serta distribusi pangan strategis di Kendari.
“Hasil penyusunan neraca pangan tersebut akan segera disampaikan ke Inspektorat sebagai bahan pelaporan ke tingkat pusat,” ungkapnya.
Selain penambahan pasokan, rapat TIPD juga menghasilkan keputusan untuk segera melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga beras di pasar-pasar tradisional. Sidak tersebut akan dibarengi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) distribusi beras SPHP guna memastikan bantuan beras dari pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Melalui langkah-langkah konkret ini, Pemkot Kendari bersama Bulog dan instansi terkait optimis mampu mengendalikan inflasi pangan, khususnya harga beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat
















