Buton Utara, Tajukinfo.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari menutup pencarian satu orang nelayan yang jatuh di atas perahun di sekitaran Perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 28 Maret 2026.
Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S mengatakan, Pukul 14.00 WITa pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan terhadap korban Kardin (33) warga Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu dengan hasil Nihil.
Mengingat Ops SAR telah memasuki hari ke-7 dan tanda-tanda keberadaan korban tidak diketemukan serta hasil koordinasi dengan pihak terkait termasuk keluarga korban. Ops SAR satu orang yang hilang jatuh dari longboat disekitar perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara dinyatakan selesai dan ditutup.
“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Ops SAR dapat dibuka kembali apabila diketemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tutupnya.
Sebelumnya, pada 21 Maret 2026 pukul 05.30 WITa korban berangkat dari Desa Banu-banua Jaya tujuan Desa Tanah Merah. Menurut istri korban bahwa suamnya Kardin dalam perjalanan menujuh tanah merah sempat berteduh dan istrahat di salah satu pondok di Teluk Kulisusu karena hujan deras dan angin kencang, saat itu pula longboat korban hilang dan hanyut terlepas dari ikatannya.
Kemudian korban sempat berenang mengejar kemudian menepi di bakau, ketika ada longboat yang lewat mengarah ke tanah merah korban meminta tolong untuk numpang dan ikut bersama katinting tersebut menuju tanah merah.
Pada pukul 17.00 WITa saudara Laroni sepupu dari korban menelpon saudara Karianto untuk menyampaikan bahwa Kardin berada di rumahnya di Desa Tanah Merah. Artinya korban telah tiba ditujuan desa Tanah Merah.
Pada Pukul 18.30 WITa istri korban menerima telpon dari saudara La Roni bahwa dalam perjalanan dari tanah merah menuju kembali ke Desa Banu-Banua Jaya korban loncat dari Longboat dan sempat dilakukan pencarian terhadap korban dengan hasil nihil hingga informasi ini diterima.
















