Kendari, Tajukinfo.com – Menjelang silaturahmi akbar masyarakat Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berpusat di Kota Kendari dengan target 20 ribu peserta, pada 19 Juli 2026 mendatang yang diwarnai dengan isu politik.
Sejumlah postingan media sosial sudah mengaitkan kegiatan akbar masyarakat Muna tersebut berhubungan dengan agenda politik yang terselubung pada pemilihan kepala daerah atau pemilihan Gubernur Sultra.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM), La Ode Darwin menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi akbar masyarakat Muna tidak ada kaitannya dengan agenda politik kedepan.
Ia menambahkan, perhelatan akbar tersebut semata-mata untuk memperkuat silaturahmi antar sesama Suku Muna yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sultra, di luar dari Kabupaten Muna dan Muna Barat.
“Apa lagi kegiatan seperti ini sangat jarang dilaksanakan. Terakhir dilakukan di tahun 2024 lalu. Tapi kali ini kita akan lakukan lebih besar lagi dengan target 20 ribuan peserta se-Sultra. Jadi tidak ada tujuan politik,” beber Darwin saat ditemui di Kota Kendari, Minggu 28 Juni 2026.
Meski saat ini Darwin merupakan Ketua Partai Golkar Sultra ini kembali menegaskan bahwa urusan politik masih sangat jauh, olehnya itu embel-embel politik dalam pagelaran akbar masyarakat Muna nantinya hanya berfokus pada urusan adat istiadat.
Bupati Muna Barat ini mengatakan, pada silaturahmi akbar nantinya justru KKMM Sultra berfokus pada raihan Rekor MURI dengan menyediakan 1000 dulang termasuk berbagai ritual dan pertunjukan adat seperti tari linda, silat Muna, termasuk perkelahian kuda.
Belum lagi, giat tersebut bakal dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka serta OPD Pemprov Sultra termasuk para bupati dan wali kota se-Sultra.
“Jadi ini sama sekali tidak ada urusan politik. Kalau ini urusan politik, tidak mungkin kami akan mengundang kepala daerah termasuk gubernur. Paling saya sendiri yang hadir,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna, LM Bariun mengatakan, persiapan panitia dalam pelaksanaan kegiatan sudah mencapai 80 persen.
Kata Bariun, selain dihadiri OPD Pemprov Sultra dan para kepala daerah, kegiatan juga melibatkan para tokoh adat Muna dan juga bakal mengundang paguyuban-paguyuban kesukuan di wilayah Sultra.
“Karena sudah mendapat izin, kegiatan nantinya kita akan gelar di area Tugu Religi Sultra (Eks MTQ),” ungkap Bariun.











