Oleh Syamsul Umar
Ketua Forum Pimpinan Kecamatan se Kota Kendari.
Dalam dinamika politik lokal yang semakin kompetitif, kekuatan sebuah partai tidak semata diukur dari hasil elektoral, tetapi dari kemampuannya menjaga soliditas organisasi dan mengelola kekuasaan secara kolektif. Di Kota Kendari, DPD II Partai Golkar di bawah kepemimpinan La Ode Muhammad Inarto, ST memberikan contoh penting tentang bagaimana konsolidasi internal menjadi fondasi utama keberhasilan politik.
Terpilihnya Inarto secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Kendari periode 2020 – 2025 bukan sekadar prosedur organisasi, melainkan penegasan kepercayaan kolektif kader terhadap arah kepemimpinan partai. Aklamasi adalah simbol soliditas. Dalam tradisi politik Golkar, persatuan dan kerja struktural selalu menjadi kunci kemenangan. Nilai inilah yang kembali ditegaskan dalam kepemimpinan Golkar Kendari hari ini.
Keberhasilan Golkar menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Kota Kendari periode 2024–2029 harus dibaca sebagai hasil kerja bersama seluruh struktur partai, dari tingkat kota hingga kelurahan. Posisi strategis ini bukan milik individu, tetapi milik organisasi. Karena itu, kekuasaan yang diraih harus dijaga dan diperkuat melalui disiplin kader, loyalitas struktural, serta kepatuhan pada garis kebijakan partai.
Konsolidasi internal Golkar Kendari juga tercermin dari kemampuan partai menjaga stabilitas pasca-Pemilu 2024. Di saat banyak partai mengalami fragmentasi dan konflik kepentingan, Golkar justru mampu mempertahankan ritme organisasi dan memastikan mesin partai tetap bergerak. Ini menunjukkan bahwa Golkar Kendari tidak dibangun di atas figur semata, melainkan di atas sistem dan struktur yang kokoh.
Namun, konsolidasi tidak boleh berhenti pada pencapaian struktural. Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh kader Golkar, baik di legislatif, pengurus harian, hingga sayap partai, bergerak dalam satu narasi politik yang sama: memperjuangkan kepentingan rakyat melalui jalur kelembagaan. Tanpa kesamaan arah, kekuatan besar akan terfragmentasi oleh kepentingan kecil.
Golkar Kendari hari ini memiliki modal penting, struktur yang solid, kepemimpinan yang diterima secara luas, serta akses strategis dalam pengambilan kebijakan daerah. Modal ini hanya akan bermakna jika dijaga dengan etos kolektif dan semangat kebersamaan. Konsolidasi bukan agenda sesaat, melainkan kerja berkelanjutan.
Ke depan, setiap kader Golkar di Kota Kendari perlu menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi. Disiplin organisasi, komunikasi yang sehat, dan kepatuhan terhadap keputusan partai adalah syarat mutlak untuk menjaga eksistensi dan kejayaan Golkar.
Golkar Kendari telah menunjukkan bahwa politik yang tertib, solid, dan terorganisir masih relevan. Tugas berikutnya adalah memastikan konsolidasi ini terus diperkuat agar Golkar tetap menjadi kekuatan utama yang bukan hanya berkuasa, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat.













