Kendari, Tajukinfo.com – Forum Kota Sehat Kota Kendari menggelar rapat persiapan penilaian Kota Sehat di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Kendari, yang dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kota Sehat, La Ode Azhar, didampingi Ketua Dewan Pembina, Muhammad Saiful.
Forum Kota Sehat membahas kesiapan titik pantau dan pemenuhan indikator penilaian berdasarkan sembilan tatanan Kota Sehat, sebagai acuan utama dalam proses penilaian nasional. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung turut diminta mempercepat langkah-langkah intervensi di lapangan.
Ketua Forum, La Ode Azhar, yang juga anggota DPRD Kota Kendari, menegaskan bahwa masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan untuk mencapai kategori tertinggi, yakni Wistara. Meski demikian, ia tetap optimistis target tersebut bisa tercapai dengan dukungan penuh dari Wali Kota Kendari.
“Beliau (Wali Kota Kendari) akan turun tangan yang ketika ada hambatan-hambatan dalam proses penganggaran dia perintahkan untuk siapkan, ini pertanda beliau serius untuk mencapai target wistara. Ini juga ujian dijabatan pertama beliau,” ungkap La Ode Azhar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini menambahkan, pada masa kepemimpinannya sebagai Ketua Forum, menargetkan Wistara Paripurna. Namun, ia menyadari bahwa capaian ini harus dilalui bertahap, dimulai dengan lolos di kategori Wistara. Ia pun menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi semua pihak, terutama di titik-titik pantau yang memerlukan intervensi lebih serius.
“Yang agak berat itu tatanan kebencanaan dan pengelolaan pasar. Keduanya harus ditata ulang dan dibenahi secara menyeluruh,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi capaian positif pada tatanan pariwisata dan pendidikan. Ia menyebut, sektor pariwisata mulai tertata selama 100 hari kerja pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Sekolah-sekolah juga mulai menunjukkan kemajuan melalui program Adiwiyata dan Sekolah Sehat.
Anggota DPRD Kota Kendari 3 periode ini berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak demi mencapai target dan indikator yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghargaan kota sehat. Terutama pelibatan legislatif dalam forum ini sebagai langkah progresif yang memungkinkan percepatan penyusunan regulasi pendukung.
“Yang jelasnya kami di DPRD siap fasilitasi regulasi yang selama ini menjadi titik lemah dalam capaian Kota Sehat dalam mendapatkan kategori tinggi dengan menargetkan Wistara Paripurna,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sembilan indikator Kota Sehat, secara kumulatif Kota Kendari telah mencapai 89 persen, atau kategori “Padapa”, dan hanya membutuhkan tambahan dua persen untuk meraih predikat tertinggi, “Wistara”.
“Tim berkomitmen untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa seluruh indikator telah dijalankan dengan sungguh-sungguh bukan hanya sekedar untuk penilaian” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Kota Sehat, Muhammad Saiful, menekankan pentingnya validasi indikator penilaian di setiap titik pantau. Ia menyebut, sesuai arahan Wali Kota, seluruh indikator harus dipastikan terpenuhi oleh OPD terkait agar Kendari layak meraih predikat Kota Sehat.
“Poin pentingnya adalah sembilan tatanan dan indikator yang harus benar-benar dipenuhi. Ini yang akan kita pastikan sebelum tim penilai turun,” katanya.
Setelah rapat ini, OPD terkait dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mempercepat intervensi di titik pantau. Penilaian Kota Sehat dijadwalkan berlangsung antara Agustus hingga Oktober 2025, dengan tahap awal berupa presentasi daring oleh Wali Kota Kendari kepada tim pusat.
















