Kendari, Tajukinfo.com – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan wisuda kedua periode Juli–Oktober 2025 digelar di Auditorium Mokodompit, Rabu 5 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momen bersejarah bagi ratusan mahasiswa yang resmi menyandang gelar akademik setelah menempuh perjuangan panjang dalam dunia pendidikan tinggi.
UHO kembali mewisuda Program Doktor ke-45, Magister ke-74, Profesi Dokter ke-42, dan Sarjana ke-107. Sebanyak 744 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi hari kedua dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Momen tersebut disambut hangat oleh para orang tua, keluarga, dan civitas akademika yang turut hadir menyaksikan kebahagiaan para lulusan terbaik UHO.
Ketua Senat UHO Prof. Dr. Hj. Jamili menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda ini dan mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran universitas yang telah mengantarkan mahasiswa menyelesaikan studinya. Ia juga menyambut baik kehadiran para orang tua di dalam auditorium sebagai bentuk penghormatan atas peran besar mereka dalam keberhasilan anak-anaknya.
“Tangan-tangan para orang tua adalah kekuatan sejati yang menghantarkan keberhasilan para wisudawan hingga ke titik ini,” kata Prof. Dr. Hj. Jamili.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Bidang Hukum, Regulasi, dan Tata Kelola, Dr. Ismail Hasani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan motivasi inspiratif kepada para wisudawan. Ia mengingatkan pentingnya berpikir kritis dan inovatif sebagai dasar eksistensi seorang intelektual
“René Descartes pernah mengatakan Cogito ergo sum, karena kita berpikir maka kita ada. Maka gunakanlah kemampuan berpikir kalian untuk menghadirkan solusi dan perubahan bagi bangsa,” ungkapnya
Lebih lanjut, Ismail Hasani menekankan bahwa para sarjana yang dilantik hari ini merupakan bagian dari generasi emas yang akan memimpin Indonesia menuju visi 2045. Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Kalian adalah aset bangsa, aset daerah, dan aset Sulawesi Tenggara. Gunakan daya pikir kalian untuk menyebar, berkiprah, dan memberi warna bagi dunia,” tutupnya.
















