Jakarta, Tajukinfo.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari melaksanakan audiensi bersama PT Citiasia Inc guna membahas arah pengembangan dan penerapan konsep Smart City di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 5 November 2025.
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto mengatakan audiens yang dilaksanakan ini membahas berbagai pendekatan dan praktik terbaik dalam pembangunan kota berbasis teknologi.
“Dimana Konsep Smart City dipahami sebagai metode pembangunan yang menekankan intervensi teknologi untuk mempercepat proses pembangunan, meningkatkan efektivitas layanan publik, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang inovatif dan adaptif,” kata Sahuriyanto.
Menurut Sahuriyanto selain melaksanakan audiensi bersama PT Citiasia Inc, Diskominfo Kota Kendari juga menerima kunjungan dari Sumber Fiber (SuFi) guna memperoleh informasi terkini mengenai mekanisme dan peluang dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur digital.
“Jadi kita Pemerintah Kota Kendari terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan daerah, menghadirkan layanan publik yang efisien, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu Kabid E Goverment Diskominfo Kota Kendari, Hery mengatakan salah satu hal terpenting dalam penerapan Smart City di suatu daerah adalah adanya Master Plan, Arsitektur, dan Blueprint Smart City.
“Smart City Merupakan merupakan usaha yang kontinyu, bertahap, dan bersifat multi sektoral oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan berjangka waktu dan terintegrasi yang dituangkan dalam bentuk dokumen masterplan Smart City dengan road map yang berisi program selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kendari,” tutur Hery.
Menurut Hery karena terdapat linkage yang kuat antara RPJMD dengan 6 pilar Smart City, maka Masterplan Smart City haruslah memiliki kriteria yakni, sesuai dengan karakter dan kebutuhan spesifik daerah, berpeluang untuk berhasil dilaksanakan yang maksimal, obyektif, tepat sasaran, dan tepat guna.
“Kemudian berkesinambungan dalam menjaga keseimbangan kebutuhan, ekonomi, social, dan lingkungan atau dapat secara nyata diimplementasikan sesuai dengan kemampuan daerah,” ujarnya.
Hery juga menjelaskan Smart City adalah tempat di mana infrastruktur, layanan dan jaringan tradisional diperbaiki dan dibuat lebih efisien dengan bantuan Teknologi Informatika dan Komunikasi, memenuhi kebutuhan warganya dan bisnisnya. Mengumpulkan data dari perangkat cerdas dan sensor yang tertanam di jalan, sarana persampahan, jaringan listrik, bangunan, transportasi, infrastruktur dan lainnya dengan menggunakan perangkat lunak cerdas untuk layanan nilai tambah digital, sangat penting bagi Kota Cerdas.
“Dengan bersandar pada kekuatan inovasi dan upaya nyata dalam manajemen inovasi, Internet of Things (IoT) juga perlu mendapat perhatian sebagai salah satu enabler horisontal untuk aplikasi Smart City,” tutupnya.
















