Kendari, Tajukinfo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Ir. Nismawati, yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Kendari selaku Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari,
Dalam kegiatan Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah yang dilaksanakan secara hybrid bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 8 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyamakan langkah serta memperkuat sinergi pengendalian inflasi. Selain diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, rapat juga menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Fadlansyah, didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara..
Plt. Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, menyampaikan bahwa inflasi pada Mei 2026 menunjukkan adanya kenaikan yang perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kondisi tersebut harus direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Inflasi harus dikendalikan melalui kolaborasi yang kuat. Pemerintah daerah (Pemda) perlu terus memastikan pasokan pangan aman, distribusi lancar, dan harga tetap stabil demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” kata Muhammad Fadlansyah.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kendari, Ir. Nismawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari siap mendukung seluruh kebijakan dan langkah strategis pengendalian inflasi yang telah disepakati bersama
“Pemerintah Kota Kendari akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui TPID, termasuk melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” kata Nismawati.
Melalui HLM TPID Sultra, seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara diajak untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar, tetapi juga memastikan kelancaran distribusi barang, ketersediaan pasokan pangan, serta memperkuat kerja sama antarwilayah.
Pemerintah Kota Kendari sendiri selama ini aktif melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, seperti pemantauan harga kebutuhan pokok, gerakan pangan murah, dan program stabilisasi pasokan serta harga pangan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan inflasi tetap terkendali sehingga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari dapat terus terjaga.(Adv).
















