Buton Utara, Tajukinfo.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari terus melakukan pecarian satu orang nelayan yang hilang saat melaut di Perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Kamis 26 Maret 2024.
Pada 26 Maret ini telah memasuki pencarian hari ke lima belum menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan membagi 2 tim, pertama dengan menggunakan RIB dan longboat menyisir seluas 35,75 NM². Sedangkan tim 2 dengan menggunakan longboat dan rubberboat menyisir sebelah timur pulau pombelaa mulai dari LKP duga hingga pesisir perairan desa watongkempena seluas 4,55 NM²
“Memasuki hari kelima pencarian nelayan yang hilang bernama Kardin (37) asal Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu belum ditemukan,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S.
Sebelumnya, pada 21 Maret 2026 pukul 05.30 Wita korban berangkat dari Desa Banu-banua Jaya tujuan Desa Tanah Merah, menurut istri korban Sipriana Sari korban dalam perjalanan menujuh tanah merah sempat berteduh dan istrahat di salah satu pondok di Teluk Kulisusu karena hujan deras dan angin kencang, saat itu pula longboat korban hilang dan hanyut terlepas dari ikatannya.
“Korban sempat berenang mengejar kemudian menepi di bakau, ketika ada longboat yang lewat mengarah ke tanah merah korban meminta tolong untuk numpang dan ikut bersama katinting tersebut menuju Tanah Merah,” jelasnya.
Pada pukul 17.00 WITa saudara Laroni sepupu dari korban menelpon saudara Karianto untuk menyampaikan bahwa korban berada di rumahnya di Desa Tanah Merah. Artinya korban telah tiba ditujuan desa tanah merah.
Pada Pukul 18.30 WITa istri korban menerima telpon dari saudara LaRoni bahwa dalam perjalanan dari tanah merah menuju kembali ke Desa Banu-banua Jaya korban loncat dari longboat dan sempat dilakukan pencarian terhadap korban dengan hasil nihil hingga informasi ini diterima.
“Unsur yang terlibat Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton Utara, Nelayan sekitar dan keluarga korban,” tutupnya.
















