Kendari, Tajukinfo.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum lama ini.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kendari, Jabar Aljufri dan diikuti oleh beberapa anggota Komisi II yaitu, Fitri Yanti Rifai, Hetty Saranani, Fadhal Rahmat, La Ami, dan Mirdan dalam rangka silaturahmi dan koordinasi membahas pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari.
Ketua Komisi II DPRD Kendari, Jabar Aljufri mengatakan, kedatangan Komisi II DPRD Kendari ke kantor BI Sultra dalam rangka berkoordinasi tentang perkembangan ekonomi di Kota Kendari, karena ini penting mengingat BI Sultra merupakan mitra kerja dari Komisi II DPRD Kendari.
“Dalam pertemuan ini kita membahas sektor-sektor yang masih dianggap kurang dan sektor yang targetnya bisa melebihi target yang ditargetkan sekarang. Semuanya dibahas dalam pertemuan ini,” kata Jabar Aljufri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menelaskan, ada beberapa sektor pendapatan daerah yang dapat dimaksimalkan. Tindak lanjutnya akan dirapatkan dengan OPD teknis untuk dilakukan sebagaimana disampaikan Kepala Kantor BI Sultra, Doni Septadijaya agar PAD Kota Kendari dapat maksimal.
“Terlebih di sektor-sektor yang banyak terjadi kebocoran, ini yang mesti kitac dirapatkan untuk dibahas bersama Pemkot Kendari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Sultra, Doni Septadijaya mengapresiasi kunjungan Komisi II DPRD Kendari dan ini merupakan yang pertama bagi dirinya menerima kunjungan dari wakil rakyat khususnya dari Kota Kendari. Apalagi mengajak diskusi tentang perkembangan perekonomian di Kendari.
“Pada kunjungan ini kita mendapat masukan yang bagus terkait perikanan di Kota Kendari karena kita memiliki infrastruktur yang cukup baik, dalam hal ini Pelabuhan Perikanan Samudera,” kata Doni Septadijaya.
Lanjut dia, dari sektor Pelabuhan yang harus dioptimalkan karena perikanan merupakan salah satu sumber ekonomi baru buat Indonesia karena berkelanjutan. Berbeda dengan sektor pertambangan yang suatu saat bisa habis, sementara sektor perikanan selalu ada karena kebutuhan untuk pangan secara umum.
“Kita berharap hal tersebut juga menjadi referensi kebijakan bagi Komisi II DPRD Kendari agar bisa lebih fokus dalam pembangunan Kota Kendari kedepan,” jelasnya.
Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari sendiri bisa dilihat secara tahunan. Diketahui pertumbuhan ekonomi Kendari relatif lebih rendah yakni 3,5 persen dari pertumbuhan ekonomi Sultra sebesar 5,35 persen di tahun 2023.

Tetapi, lanjut dia, ini bukan sebagai hambatan, karena kota ini memiliki peluang yang besar dimana Kendari merupakan wilayah penyangga untuk industri yang ada di Morosi, Konawe maupun Pomalaa yang ada di Kolaka.
“Hal itu bisa kita jadikan kesempatan bagus untuk mengembangkan sektor ekonomi pendukung. Mengingat kebutuhan itu tidak ada di daerah industri namun di Kendari bisa membuat kesempatan tersebut,” pungkasnya.(Adv).
















