Kendari, Tajukinfo.com – Wali Kota Kendari, dr.Hj. Siska Karina Imran, SKM., meletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Puday, Senin 20 Juli 2026.
Program tersebut merupakan salah satu prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendukung visi pembangunan kawasan pesisir yang produktif, modern, dan berdaya saing
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi, ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, Kota Kendari memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan karena lebih dari separuh wilayah kelurahannya berada di kawasan pesisir. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan
“Sebagai kota pesisir, sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi langkah awal dalam mentransformasi kawasan pesisir menjadi kawasan yang produktif, modern, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Siska Karina Imran.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari sebelumnya mengusulkan empat lokasi pembangunan KNMP. Setelah melalui proses verifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, tiga lokasi akhirnya ditetapkan sebagai penerima program, yakni Kelurahan Puday, Kelurahan Sambuli, dan Kelurahan Tondonggeu
Ketiga kawasan tersebut dipilih karena sekitar 80 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan dengan berbagai jenis alat tangkap, seperti bubu, purse seine, sero, pancing cumi, dan rawai
Program ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada 1.139 kepala keluarga nelayan, terdiri atas 425 kepala keluarga di Kelurahan Puday, 452 kepala keluarga di Kelurahan Sambuli, dan 262 kepala keluarga di Kelurahan Tondonggeu
Sebagai kawasan kategori penyangga, Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, jalan kawasan, penerangan, kios perbekalan, tangki air, instalasi pengolahan air limbah, dinding penahan tanah, hingga fondasi pabrik es yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan rantai pasok, akses permodalan, pemasaran hasil perikanan, serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru berbasis perikanan yang dikelola masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari, lanjut Siska, siap bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, koperasi nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan agar kawasan tersebut berkembang menjadi sentra ekonomi pesisir.
Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat, khususnya para nelayan, untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang akan dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap pembangunan ini menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kawasan pesisir Kota Kendari yang maju, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tutupnya.
Di akhir sambutannya, Siska menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari.
Ia berharap sinergi dan komunikasi antarpemangku kepentingan terus terjalin dengan baik sehingga seluruh program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat nelayan
















