Kendari, Tajukinfo.com – KSM Pengolahan sampah BTN PNS melaksanakan sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat dengan program Ambil Sampah Masyarakat (ASMARA) BTN PNS di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 8 Februari 2026.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri salah pegawai yang mewakili Lurah Watubangga, Suhardin Ketua KSM Ishak Bafadal, RW 08 Malauddin, RT 18 Nur Haidin Nawi, RT 19 Sidarisman dan salah satu tokoh penggerak kegiatan tersebut Itsar Meronda serta masyarakat yang berdomisili di BTN PNS.
Sosialisasi ini untuk mengajak warga berpartisipasi dalam pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal mereka melalui organisasi KSM. Kemudian mengubah pola pikir masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Mewakili Lurah Watubangga, Suhardin
mendukung dengan adanya kehadiran KSM pengolahan sampah BTN PNS, karena fenomena masalah sampah saat ini selalu menimbulkan masalah-masalah seprti cara membuangnya dan jadwal membuang sampah tidak teratur.
“Jadi kita sarankan di KSM nantinya ada petugas khusus yang menjemput sampah di rumah-rumah warga supaya masalah sampah ini bisa diatasi dengan baik,” tutupnya
Ketua KSM Ishak Bafadal menjelaskan,
KSM ini bertujuan mengatasi masalah sampah di tingkat lokal atau rumah tangga dan sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan terutama masalah sampah.

Untuk itu, dalam KSM ada beberapa divisi salah satunya divisk yang menjemput sampah dari rumah warga ke Tempat Pengolaah Sampah Terpadu (TPST) untuk melakukan pemilahan, pengumpulan dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan menjual sampah anorganik layak jual.
“Jadi sampah akan dijemput dari rumah warga dan kemudian dipilah dan dikelola di pengolahan. Sampah basah dibikin kompos, dan sampah kering bisa digunakan kembali atau bisa dijual,” jelas Ishak Bafadal.
Ia menambahkan, dalam menjalankan program ini KSM butuh bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak lain yang bisa mengembangkan pengolaan sampah.
KSM juga telah membuat aturan yang akan dibahas bersama masyarakat untuk disepakati bersama yakni
1. Setiap warga BTN PNS wajib mengolah sampahnya dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku
2. Setiap warga disarankan mengelolah sampahnya dengan KSM BTN PNS
3. Setiap warga BTN PNS wajih membayar iuran sampah 60 ribu setiap bulan
4. Setiap warga yang dikelola sampahnya wajib mengemas sampahanya dalam kantong kresesk dan disimpan di halaman rumah pada saat pukul 06.30 WITa.
5 Setiap warga BTN PNS yang menghasilkan sampah tambahan seperti ada acara pesta, tebangan pohon, sisa bangunan, dan lain lain dikenakan biaya 10 ribu.
6 Setiap warga BTN PNS bisa melakukan komplen ketika sampahnya tidak diangkut atau diambil petugas.
7. Warga BTN PNS diperbolehkan memberikan masukan kepada petugas KSM.
Sementara itu, RW 08 Malauddin mengajak semua masyarakat di BTN PNS untuk bersama-sama mendukung KSM pengolahan sampah BTN agar peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Marilah kita bersama-sama mendukung KSM ini dan Insyah Allah kalau kita semua menyetujui ini pasti berjalan dengan baik,” singkatnya.
Dalam sosialisasi tersebut warga meminta pihak KSM untuk meninjau kembali iuran yang 60 ditetapkan dengan berbagai alasan. Salah satunya banyak warga BTN PNS yang statusnya kontrak rumah. Dan iuran tersebut akan kembali dibahas dalam sosialisasi kedepannya.
Terakhir salah satu tokoh penggerak, Itsar Meronda mengatakan, pembentukan KSM tersebut bertujuan mengubah pola pengelolaan sampah dari yang sebelumnya hanya dibuang, menjadi dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, keberadaan KSM ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi warga.
Untuk itu, ia menyatakan dukungannya terhadap pembentukan atau keberadaab KSM BTN PNS yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Menurutnya, keberadaan KSM tersebut menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah di BTN PNS sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Pembentukan KSM ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dari sampah tersebut,” jelasnya.
la menegaskan, sebagai warga dirinya siap bersinergi dalam mendukung program-program KSM, terutama dalam edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kami berharap KSM BTN PNS dapat dikelola secara profesional dan berkesinambungan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
















