Kendari, Tajukinfo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari LM Inarto bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi aliran Kali di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandongan, Senin 13 April 2026.
Dalam pengecekan normaliasi Kali tersebut ada sejumlah pejabat termasuk Kepala BWS Sulawesi IV, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Plt Kepala Dinas PUPR, dan Kasat Pol PP, serta Ketua Fraksi Partai PKS La Yuli.
Pada peninjauan langsung, terlihat bahwa salah satu ruas Kali Korumba mengalami penyempitan yang menyebabkan aliran air terhambat saat hujan deras. Kondisi ini menjadi faktor utama terjadinya genangan yang menggenangi kawasan eks MTQ, salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Kendari. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan Jalan Edi Sabara By Pass, di mana proses pengerukan sedang berlangsung menggunakan ekskavator amfibi milik BWS.
Sedimen telah menumpuk puluhan tahun tanpa pernah dilakukan pengerukan maksimal, sehingga kapasitas sungai semakin berkurang. Kunjungan berlanjut ke aliran Kali Mandonga di depan Hotel Kubra, di mana bantaran sungai yang dipenuhi kebun pisang dan semak belukar juga menjadi fokus pengerukan untuk membuka kembali jalur aliran air.
Ketua DPRD Laode Muhammad Inarto memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota yang bekerja sama dengan BWS Sulawesi IV. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan yang telah lama mengganggu warga,” kata LM Inarto.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan instansi pusat menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir
“Kita melihat bahwa Pemerintah Kota Kendari benar-benar serius mengatasi persoalan ini. Langkah pengecekan langsung ke lapangan dan kolaborasi dengan BWS adalah langkah yang tepat dan sangat perlu didukung,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari normalisasi sungai, penataan lingkungan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat. Dengan upaya yang telah berjalan, pihak terkait optimistis genangan di kawasan eks MTQ dan titik rawan banjir lainnya dapat diminimalisir secara signifikan sebagai solusi berkelanjutan bagi warga Kendari.
Semetara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menjelaskan, kondisi aliran sungai yang menyempit pada salah satu ruas, sehingga menghambat aliran air saat curah hujan tinggi. Dampaknya, air meluap dan menggenangi kawasan sekitar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat
“Ini salah satu titik yang memang perlu segera ditangani. Penyempitan aliran membuat air tidak mengalir optimal,” kata Siska Karina Imran.
Pemkot Kendari bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV pun sepakat mempercepat langkah penanganan melalui pelebaran dan normalisasi sungai guna mengembalikan fungsi aliran air secara maksimal
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Jalan Edisabara By Pass, di mana alat berat berupa ekskavator amfibi milik BWS tengah melakukan pengerukan sedimen di kali Korumba. Sungai tersebut diketahui sudah lama tidak dikeruk, sehingga terjadi penumpukan sedimen yang cukup tebal.
Kondisi serupa juga ditemukan di aliran kali Mandonga, tepatnya di depan Hotel Kubra. Di lokasi ini, rombongan menyusuri bantaran sungai yang dipenuhi semak belukar dan tanaman liar, termasuk kebun pisang yang tumbuh di sepanjang pinggiran sungai.
Aktivitas pengerukan tampak terus berlangsung, dengan ekskavator amfibi bekerja membersihkan sedimen agar aliran air dari kali Korumba dapat mengalir lancar hingga ke kali Mandonga.
Untuk itu, ia mengapresiasi langkah cepat Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV yang telah mengerahkan alat dan sumber daya untuk menangani persoalan yang selama puluhan tahun belum tertangani secara maksimal.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan BWS. Ini langkah nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di titik-titik rawan banjir,” ungkapnya
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur perkotaan, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian banjir.
Dengan normalisasi yang tengah berjalan, Pemerintah Kota Kendari optimistis risiko genangan di kawasan Eks MTQ dan sekitarnya dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah jangka panjang dalam menciptakan sistem drainase kota yang lebih baik dan berkelanjutan.(Adv).
















