Kendari, Tajukinfo.com – RSUD Kota Kendari menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama 50 jam bagi 27 tenaga perawat dari berbagai unit pelayanan, Selasa 10 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret rumah sakit dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan di lini terdepan pelayanan.
Plt. Direktur RSUD Kota Kendari, Hasria Mahmud, menegaskan bahwa pelatihan BTCLS bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian penting untuk memastikan standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit dapat tercapai secara maksimal. Selama ini capaian SPM berada di kisaran 60 hingga 65 persen. Melalui pelatihan ini, RSUD menargetkan angka tersebut dapat menyentuh 100 persen
“Ini bukan hanya soal sertifikat. Ini soal kompetensi, soal bagaimana kita benar-benar siap saat menghadapi pasien dalam kondisi darurat. Seperti SIM, tidak boleh bertugas sebelum punya kemampuan ini,” tegasnya saat membuka pelatihan.
Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis, pemahaman SOP, serta sikap melayani dengan hati. Menurutnya, pelayanan yang baik akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat, peningkatan kunjungan pasien, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan itu sendiri.
Pelatihan BTCLS difokuskan pada peningkatan kemampuan perawat dalam menangani kondisi trauma dan gangguan kardiopulmonal, termasuk pemberian bantuan hidup dasar untuk menyelamatkan nyawa serta meminimalisir risiko kecacatan pasien. Unit yang terlibat dalam pelatihan ini di antaranya UGD, ICU, NICU, PICU, Hemodialisa, hingga beberapa ruang perawatan lainnya.
Kadis Kesehatan Kota Kendari ini, juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak terjebak pada pola lama dalam bekerja. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi medis terus berkembang, sehingga tenaga kesehatan harus terus belajar dan memperbarui kemampuan
“Ilmu ini langsung kita aplikasikan. Salah sedikit saja dalam penanganan bisa berakibat fatal. Karena yang kita tangani adalah nyawa manusia,” ujarnya.
Ketua panitia pelatihan Muhammad AsruAsrul elaskan, dari 27 peserta, sebagian besar pembiayaan ditanggung rumah sakit sebagai bentuk komitmen manajemen dalam pengembangan kapasitas SDM, meskipun kondisi keuangan rumah sakit sedang tidak dalam situasi ideal. Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, 10–14 Februari 2026.
Melalui pelatihan ini, RSUD Kota Kendari berharap seluruh perawat yang berada di garda terdepan pelayanan, terutama di Unit Gawat Darurat, memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai kondisi darurat pasien. Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kendari















